6 Makanan yang Tidak Baik bagi Tulang

Garam
Bila ada makanan yang baik untuk pertumbuhan tulang, ternyata ada juga makanan yang justru membuat tulang menjadi rapuh.

Apa yang kita makan tidak hanya bermanfaat untuk membuat kenyang, tetapi nutrisi yang terkandung di dalam makanan tersebut bisa mempengaruhi kondisi tubuh. Terkadang terdapat makanan yang kandungan nutrisinya saling “bertabrakan”.
Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mempengaruhi kondisi tulang, dan cenderung membuat tulang menjadi lemah.

  • Garam
Konsumsi garam berlebih atau kadar natrium yang spesifik bisa menyebabkan hilangnya kalsium sehingga tulang menjadi lemah dari waktu ke waktu. Para ahli menuturkan seseorang akan kehilangan 40 mg kalsium dalam urine setiap konsumsi 2.300 mg natrium. Selain garam meja, garam juga kerap ditemukan pada hampir semua makanan olahan seperti sereal sarapan dan makanan cepat saji.
Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium bisa membantu mengurangi hilangnya kalsium di dalam tubuh dan membantu keseimbangan kadar natrium dalam darah. Makanan kaya kalium seperti ubi jalar, pisang, tomat dan bayam.
Salah satu studi membandingkan wanita pasca-menopause yang mengonsumsi diet tinggi garam dengan mereka yang tidak, dan orang-orang yang makan  garam kehilangan mineral tulang mereka lebih banyak. Penelitian menunjukkan bahwa 75 persen orang Amerika tidak mendapatkan natrium dari garam meja, tetapi dari makanan olahan. Kuncinya menghindari makanan termasuk daging olahan dan makanan, makanan beku, sup kalengan, pizza, makanan cepat saji seperti burger dan kentang goreng, dan sayuran kaleng.
Dewasa ini para ilmuwan menganjurkan agar wanita melakukan diet garam dan mengurangi konsumsi garam agar tak berlebihan. Tak hanya itu, mereka juga menganjurkan agar kita membatasi konsumsi makanan kalengan,fast food, dan makanan beku.

  • Minuman bersoda (Soft drinks)
Soft drink menimbulkan bahaya ganda bagi tulang. Minuman ini disukai anak-anak dan juga orang dewasa. Minuman berkarbonasi ini semakin hadir dalam variasi rasa yang membuat orang jadi ketagihan. Sebagian besar minuman soda mengandung asam fosfat yang bisa meningkatkan laju ekskresi kalsium melalui urine. Selain itu minuman ini juga kerap lebih disukai dibanding minuman lain yang lebih sehat sehingga mengurangi asupan kalisum secara keseluruhan.
Soft drink bahkan tidak bisa memuaskan dahaga dan tidak memberikan nutrisi apapun dibandingkan dengan mengkonsumsi susu atau jus. Saat tergoda meminum cola, coba saja ganti dengan susu,  jus jeruk, atau jus buah yang dibuat dengan yoghurt. Atau hanya minum air ketika haus.

  • Kafein
Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tapi juga dalam minuman energi. Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa mengancam kesehatan tulang. Untuk mengatasinya cobalah membatasi asupan kopi. Pilihlah minuman teh karena senyawa dalam tanamannya bisa melindungi tulang.
Akibat kafein tidak seburuk garam, tetapi tindakan kafein mirip, mencuci kalsium dari tulang. Untuk setiap 100 miligram kafein (jumlah dalam cangkir kecil hingga menengah kopi), Anda kehilangan 6 miligram kalsium. Itu tidak banyak, tapi bisa menjadi masalah jika Anda cenderung untuk mengganti minuman menyehatkan untuk tulang, seperti susu dan jus dengan minuman berkafein seperti kopi. Sebaiknya batasi diri Anda hanya minum satu atau dua cangkir kopi di pagi hari, kemudian beralih ke minuman lain yang memiliki manfaat menyehat. Menambahkan suskan bagi tulang.

  • Vitamin A
Wanita menopause, khususnya, tampaknya menjadi rentan terhadap kelebihan vitamin A. Studi menunjukkan bahwa wanita yang asupan vitamin A-nya lebih tinggi dari 5.000 IU memiliki resiko dua kali lipat tingkat patah tulang daripada wanita yang asupannya kurang dari 1.600 IU sehari. Sebaiknya periksa multivitamin Anda, dan jika terlalu tinggi vitamin A, pertimbangkan beralih ke produk lain.
Mungkin Anda heran mengapa vitamin A masuk dalam daftar makanan yang kurang baik untuk tulang. Konsumsi vitamin A sangat bermanfaat untuk kesehatan mata, dan immune tubuh, Namun menurut para ahli diet, seperti dikutip dari Care2, menu makanan sehari-hari yang kita konsumsi terlalu banyak kandungan vitamin A-nya. Seharusnya kita dapat menyeimbangkan asupan nutrisi lain, termasuk kalsium yang sering kita abaikan.

  • Alkohol
Studi menunjukkan konsumsi alkohol berlebih bisa mempengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini karena konsumsi alkohol bisa mengganggu pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Selain itu alkohol juga mempengaruhi fungsi osteoblast (sel-sel pembentuk tulang) dan mengurangi estrogen yang membuat renovasi tulang melambat.
Alkohol mencegah tulang menyerap mineral dari apa yang dikonsumsi. Dan pada akhirnya, nutrisi yang seharusnya diserap tulang malah dibuang karena dianggap tak dapat diserap tubuh. Konsumsi alkohol secara berlebih mengganggu proses remodeling tulang oleh osteoblas, mencegah membangun sel tulang. Jadi tidak hanya tulang menjadi lemah, tetapi ketika anda menderita patah tulang, alkohol dapat mengganggu penyembuhan.
Tak hanya buruk untuk tulang juga, alkohol dapat membuat bagian organ dalam tubuh lainnya bekerja tidak maksimal. Racun yang ada di dalam darah baru akan terbuang setelah 24 jam dan akan mengendap di dalam sel-sel tubuh selama 40 hari.

  • Minyak terhidrogenasi
Studi menunjukkan vitamin K akan hancur ketika minyak nabati cair dikonversikan ke dalam bentuk padat melalui proses hidrogenasi. Padahal vitamin K dibutuhkan untuk tulang kuat dan penyerapan kalsium. Untuk itu cobalah menggantinya dengan minyak canola dan minyak zaitun.
Penelitian menunjukkan bahwa proses hidrogenasi, yang mengubah minyak nabati cair ke minyak padat (margarin) yang digunakan dalam kue komersial, menghancurkan vitamin K secara alami yang terdapat di dalam minyak. Vitamin K sangat penting untuk tulang kuat, dan minyak sayur seperti kanola dan minyak zaitun adalah sumber terbaik. Kedua makanan ini adalah nutrisi kunci, setelah sayuran berdaun hijau. Namun, jumlah vitamin K yang kita bicarakan adalah kecil.

(sumber:kapanlagi.com; caring.com)

0 comments:

Posting Komentar

.

@ elhaniev-cyberultimate.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.